Arsip blog ini

18 Sep 2011

ABG Dipaksa Melayani 7 Hidung Belang


MAWAR (17), bukan nama sesungguhnya, anak dari warga Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi mengaku dijebak tetangganya sendiri. Diiming-imingi bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ternyata perempuan belia itu diperkosa perantara dan dijual kepada pengelola diskotik di Mangga Besar, Jakarta Barat.
Selama sepekan keluar dari rumah orangtuanya, perempuan berusia 17 tahun yang berasal dari Suradadi, Tegal, Jawa Tengah itu dipaksa melayani tujuh lelaki tanpa ampun. “Saya tidak tahan diperlakukan begitu, makanya saya minta pulang,” tutur Mawar membuka percakapan. 



Awalnya, cerita Mawar, dia diiming-imingi Eni (28), salah satu tetangganya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. “Saya dijanjikan akan dapat bayaran lumayan untuk kerja di rumah kenalan dia,” kata Mawar. 

Eni pun mengenalkan Mawar pada Sesil (25) yang mengaku berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Oleh Sesil, Mawar kemudian diperkenalkan kepada kerabatnya yang bernama Sutarno (35). Senin (14/3) malam, Mawar dibawa menginap di rumah Sesil di Jalan Flamboyan, Perumnas I RT8/10, Bekasi Selatan. “Di rumah Sesil itu, saya diperkosa Sutarno dua kali. Saya nggak berani melawan karena diancam dibunuh,” kata Mawar.
 

Selasa (15/3) pagi, dia pun dibonceng Sutarno ke kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Mawar kemudian dititipkan kepada Mami Lily, pengelola salah satu diskotik di kawasan itu. Selama sepekan di diskotek itu, Mawar tak boleh absen melayani nafsu para tamu diskotek.
 

“Hari pertama saya dipaksa melayani orang Papua, hari kedua melayani orang Ciamis dan hari berikutnya orang-orang Cina. Pernah satu kali, sehari harus melayani dua orang sekaligus. Setiap kali saya berontak, saya diancam mau dibunuh Mami Lily. Dibilangnya saya sudah dibeli Rp5 juta sama si Mami,” tutur Mawar sembari terisak
 

TSN (37), perempuan asal Cilodong, Kota Depok, diamankan ke Polres Bogor karena diduga terlibat dalam kasus penjualan anak baru gede (ABG) atau trafficking. SN digelandang ke Polres Bogor, Selasa (22/3) malam karena telah membawa Bunga (19) ABG asal Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Oleh SN, Bunga kemudian dijual ke seorang bos dan dipekerjakan di sebuah Kafe dan Karoeke di Biak, Papua.
 

Kasus penjualan ABG itu terungkap setelah MD (45), orangtua Bunga, mendapat pesan yang dikirim melalui SMS, yang mengatakan kalau dirinya tengah berada di sebuah Kafe di Biak, Papua. Melalui SMS tersebut, Bunga juga mengaku kalau dirinya ingin segera pulang karena sudah tidak betah. “katanya dia tidak boleh keluar dari mess. Yang bikin anak saya curiga, karena anak saya disuruh suntik KB,” ujar MD kepada polisi.
 
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/24/109605_polisi-geledah-rumah-mertua-pepi-fernando-di-bekasi_300_225.jpgMendengar pengaduan dari anak bungsunya, MD kemudian khawatir dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. Berdasarkan laporan MD yang diperoleh dari anaknya, Polisi kemudian bergerak cepat dengan mengamankan SN di rumahnya. 

Kepada polisi, SN mengaku sudah mengirim perempuan yang akan dipekerjakan di Biak, Papua, sejak tiga bulan yang lalu. “sudah sejak 3 bulan yang lalu sampai sekarang sudah 8 orang saya kirim ke sana,” kata SN kepada polisi.
 

SN berdalih sudah memberitahu apa yang akan dikerjakan para korbannya selama di Papua.

baca juga